Kamis, 14 Maret 2013

Jatuh Cinta dan Mencintai

Ada perbedaan mendasar antara jatuh cinta dan mencintai seseorang. Jatuh cinta sifatnya hanya sesaat. Itulah saat di mana kita berdebar-debar menanti telepon seseorang, menunggu kehadirannya, membuat kita jadi lupa makan atau enggan tidur karena tidak ingin kehilangan waktu bersamanya. Inilah perasaan awal yang kita alami terhadap seseorang. Sedangkan mencintai adalah tahap lebih lanjut, setelah kita betul-betul mengenalnya, dan menerima segala kelebihan dan kekurangannya.
Banyak di antara kita yang awalnya menikah tanpa perasaan cinta pada suami. Kita menikahinya karena merasa ia adalah pria yang baik, memiliki visi yang sama mengenai masa depan, dan mempunyai sifat-sifat atau karakter yang dapat melengkapi diri kita. Meskipun kita tidak pernah jatuh cinta padanya. Kita tidak merasa berdebar-debar menunggu kehadirannya. Kita hanya menyayanginya, karena telah menemani hidup kita sehari-hari.
Namun setelah menikah, dan semakin lama Anda mengenalnya, semakin Anda dapat melihat sisi-sisi baik dirinya yang lain. Suami ternyata seseorang yang selalu ingin menyenangkan hati Anda. Ketika Anda bangun pagi di hari Minggu, ia tersenyum pada Anda dan menanyakan apa yang Anda inginkan untuk sarapan. Ia tak keberatan membatalkan janji untuk hangout dengan teman-temannya, karena Anda sedang membutuhkannya. Ia selalu memuji dan menghabiskan masakan Anda, meskipun Anda tahu masakan Anda tidak seenak buatan ibunya. Ia selalu menghargai semua jerih payah Anda menata rumah, meskipun hal itu kadang tak sesuai dengan seleranya. Ia juga selalu mengatakan bahwa Anda tetap seksi, sekalipun Anda mengeluh bokong Anda tak lagi sekencang sebelum melahirkan buah hati Anda.

Karena sikap-sikapnya itu, perlahan-lahan mulai tumbuh perasaan yang lebih dalam terhadap suami. Ketika ia sedang terlelap di samping Anda, Anda menyadari betapa cintanya pada Anda tak berubah setelah bertahun-tahun. Ketika ia sedang terbaring sakit di rumah sakit, Anda menyadari bahwa Anda tak siap jika harus menjalani hidup Anda sendirian tanpa kehadirannya. Tanpa Anda sadari, Anda sering merindukannya ketika ia sedang bertugas ke luar kota. Anda merasa berdebar-debar ketika ingin memberinya kejutan di hari ulang tahunnya.

Itulah saat ketika Anda sedang jatuh cinta pada suami Anda. Anda merasakan sesuatu hal yang tak Anda alami ketika masih berstatus pacar. Berbahagialah bila Anda mengalami hal ini. Perasaan cinta yang tumbuh perlahan seperti ini akan semakin kuat, berbeda jika Anda jatuh cinta pada pasangan sebelum menikah. Ketika perasaan berdebar-debar itu mulai memudar seiring usia pernikahan Anda, hubungan Anda dan suami mulai kering, datar, tak menggairahkan lagi. Lebih parah lagi ketika akhirnya Anda melihat sifat-sifat asli yang tak ditunjukkannya dulu.


Bila Anda pun ingin merasakan jatuh cinta pada pasangan atau suami, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan.
Anda memang tidak akan melihat hasilnya dalam sekejap, karena hal ini membutuhkan kerelaan Anda:


1. Kenalilah dirinya lebih jauh. Perhatikan hal-hal kecil yang dilakukannya, kata-kata yang diucapkannya, atau apa yang menjadikan dirinya seperti sekarang. Mintalah mertua Anda menceritakan bagaimana suami Anda waktu kecil. Dengan menggali sisi lain dirinya, Anda akan menemukan lebih banyak sifat-sifat baiknya yang sebelumnya tidak Anda sadari.

2. Tulislah sisi-sisi baiknya dalam kepala Anda, dan lihat bagaimana sifat tersebut memengaruhi hubungan Anda. Ia seseorang yang selalu mengalah, dan ketika akhirnya ia marah karena sesuatu yang Anda lakukan, Anda sadar bahwa selama ini Anda bersikap egois padanya. Hal ini akan menumbuhkan rasa syukur bahwa ia mampu membuat Anda menjadi lebih baik.

3. Bukalah diri Anda. Jika ia ingin mengantarkan Anda ke suatu tempat meskipun Anda merasa sanggup berangkat sendiri, terima saja tawaran tersebut. Anda mungkin tidak menyadari bahwa hal ini akan membuatnya tenang, karena istrinya telah sampai di tempat tujuan dengan selamat. Sebagai imbal baliknya, tawarkan apa yang dapat Anda lakukan untuknya. Anda akan sadar, sangat menyenangkan membuat dirinya senang.

4. Terimalah apa yang menjadi kelemahannya. Ketika Anda mengetahui apa yang menjadi penyebab kekurangan dirinya, Anda tidak lagi berusaha menyerangnya, melainkan justru ingin membantunya. Misalnya, ia seorang yang tidak percaya diri karena orangtuanya tidak pernah memuji perbuatannya, atau hasil karyanya waktu kecil. Pujilah dia, seperti dia memuji Anda.


Nah, bila Anda tidak merasakan cinta yang mendebarkan seperti yang dialami teman-teman waktu kuliah dulu, Anda mungkin hanya belum melewati masa-masa itu. Kelak Anda pun akan menyadari bahwa pasangan atau suami begitu lovable. Betapa ia seorang yang begitu mudah mencintai dan dicintai. Anda hanya perlu melihat sisi lain dirinya dengan lebih dekat.


Cinta Saja Tidak Cukup!


Pacaran bertahun-tahun tidak akan menjamin bahwa dia adalah pria yang tepat untuk Anda. Ada pasangan yang hanya butuh waktu 6 bulan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, tetapi ada juga yang perlu waktu bertahun-tahun sampai ke pernikahan. Itu pun ada juga yang akhirnya bubaran.
Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa ia memang pria yang tepat?


1. Teman-teman setuju
Bukan hanya Anda yang yakin bahwa dia orang yang tepat, tetapi juga teman-teman Anda. Namun, kalau hanya Anda yang merasakan hal itu, dan teman-teman Anda tidak setuju, berarti ada yang salah. Terkadang cinta bisa membutakan logika dan perasaan Anda; orang-orang di sekitar Andalah yang bisa berpikiran normal. 

2. Kumpul dengan keluarga
Perkenalkan pasangan dengan keluarga Anda dan lihat apakah ia bisa dengan mudah bergabung dengan orangtua dan saudara-saudara Anda. Memang tak semua orang bisa langsung akrab dengan orang yang baru dikenal. Namun, amati juga apakah ia cenderung menghindar. 

3. Ia mendengarkan

Hidup adalah dua kesatuan yang harmonis. Ada kalanya Anda mendengarkan atau dia yang mendengarkan. Namun jika Anda hanya berfungsi sebagai pendengar, maka komunikasi tidak akan berlangsung dua arah. Ingatlah bahwa komunikasi adalah fondasi dari hubungan Anda.


4. Punya tujuan yang sama
Anda ingin menikah dan ia ingin bersenang-senang? Sampai kapan pun Anda berdua tidak akan seiring sejalan. Satukan tujuan ke depan, akan dibawa ke mana hubungan itu? Apakah hanya sebatas bersenang-senang atau berlanjut ke arah yang lebih serius?

5. Ia bisa jadi teman dan sahabat
Ini keuntungan lain saat Anda punya pasangan yang bisa diandalkan sebagai teman dan sahabat. Fondasi ini lebih kokoh ketimbang hanya menjadikan ia sebagai pecinta.

6. Percaya
Anda percaya kepadanya. Tanpa kepercayaan, suatu hubungan tidak akan pernah langgeng sebab Anda akan saling curiga dan mengekang satu sama lain.

7. Merasa spesial

Anda masih merasakan hal yang sama seperti saat pertama berjumpa dengannya, seperti perhatiannya yang tak berkurang atau kesetiaannya yang tetap teruji. Hal ini merupakan pertanda kalau Anda adalah orang yang spesial baginya.

8. Membicarakan masa depan
Saat Anda mencari Mr Right, maka Anda juga harus memosisikan hal yang sama bahwa ia mencari Mrs Right. Artinya, ia juga memiliki sejumlah komitmen untuk menjalani kehidupan yang saling mendukung bersama Anda, pasangannya. 

9. Merasa terlindungi
Melindungi bukan hanya secara fisik, melainkan juga secara finansial. Jika ia tidak bisa menghidupi dirinya sendiri bagaimana nanti ia bisa menghidupi Anda dan anak-anak? Cinta saja tidak cukup. Anda harus mampu bersikap realistis!

10. Jadilah apa adanya
Jadilah diri Anda apa adanya agar ia juga mencintai diri Anda seutuhnya, lengkap dengan segala kekurangan Anda. Jika ia tidak mencintai Anda apa adanya, maka tidak alasan Anda untuk terus bersamanya karena unsur "pada saat susah dan senang" tak Anda miliki.



Melupakan Si Dia yang Tak Patut Dicintai


Barangkali ini yang disebut cinta buta. Semua teman Anda membencinya, kecuali Anda. Meskipun dalam hati Anda pun tahu bahwa ia selalu mencela penampilan Anda, selalu menuntut perhatian Anda tapi tak pernah memberi, dan gemar flirting dengan siapa pun yang dianggapnya menarik, Anda tak sanggup berpisah dengannya. Pesonanya sungguh membuat hati Anda meleleh dan sulit melihat kenyataan betapa brengseknya dia.Namun, ketika hubungan itu terus berlanjut dan Anda mulai didesak keluarga untuk memastikan keputusan Anda, Anda mulai bimbang.
Apakah saya harus melanjutkan hubungan dengan pria yang kerap membuat saya sakit hati ini? Bagaimana bila saya tak bisa menemukan pria lain yang saya cintai seperti saya mencintai dia?
Bila memang harus memutuskan hubungan, berapa lama yang saya butuhkan untuk melupakan dia?

Untuk dapat melupakan si dia dan memulai hidup Anda yang baru, Anda harus mulai berpikir dengan sungguh-sungguh.

1. Tanyakan dalam hati, apakah yang Anda harapkan dalam hubungan Anda bersamanya.


Ambil waktu untuk merenung sendiri, apa yang Anda inginkan dalam dirinya? Apakah dia yang mampu mendukung seluruh kegiatan Anda, seseorang yang menghargai Anda sebagai wanita, seseorang yang mencintai Anda dan keluarga Anda, atau apakah Anda dan dia memiliki mimpi yang sama mengenai keluarga kecil yang mencintai kebersamaan satu sama lain?


2. Apakah si dia mampu memenuhi harapan-harapan Anda?

Setelah mengetahui harapan Anda mengenai suatu hubungan, tanyakan pada diri Anda, apakah si dia mampu memenuhi harapan Anda tersebut? Apakah ia seorang egois yang tak pernah peduli apa keinginan Anda? Apakah ia cenderung menuntut Anda untuk memenuhi keinginannya saja?

3. Timbang-timbang sifat baik dan buruknya.

Buatlah daftar mengenai sifat-sifat baik dan sifat-sifat buruknya. Mana yang lebih banyak? Apakah sifat-sifat buruknya bisa dimaafkan, atau merupakan hal prinsip yang tak dapat Anda kompromikan lagi? Contohnya, "sering ngorok saat tidur" tentu lebih mungkin dimaafkan daripada "tidak pernah mau meminta maaf jika melakukan kesalahan". Tanyakan dengan jujur pada diri Anda, sanggupkah Anda hidup dengan sifat buruknya yang sudah permanen itu?

4. Apakah Si Dia memang mencintai Anda?

Kembali, jujurlah pada diri Anda, apakah Anda merasa Si Dia mencintai Anda? Bagaimana ia menunjukkan cintanya pada Anda? Dengan kata-katakah atau dengan perbuatankah? Bila Anda tidak menemukan bukti-bukti tersebut, mungkin ia memang tidak mencintai Anda. Bersikaplah realistis, untuk apa Anda berkeras melanjutkan hubungan dengan orang yang tidak mencintai atau menginginkan Anda?


5. Berikan waktu bagi Anda untuk mulai belajar melupakannya.Ambillah kegiatan yang mungkin tidak disukainya sehingga mengurangi kemungkinan bertemu dengannya, hindari menerima teleponnya kapan saja ia menginginkan (mungkin tidur Anda seringkali terganggu karena ia inginnya menelepon Anda pukul 02.00 malam), minta sahabat Anda untuk sering mengingatkan agar Anda tidak sering-sering berusaha menelepon Si Dia lagi, buang benda-benda yang mungkin akan mengingatkan Anda padanya, dan... tempelkan daftar sifat buruknya di kepala Anda.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar