Kamis, 14 Maret 2013

Lebih Baik Dicintai atau Mencintai?

Salah satu hal yang didambakan perempuan dalam suatu hubungan adalah mendapatkan cinta yang membuat Anda merasa berharga dimata seseorang. Anda tentu butuh rasa aman, merasa diinginkan, dan berharga, namun pada kenyataannya tidak satupun hubungan percintaan bisa berjalan mulus tanpa gangguan. Keyakinan bahwa pasangan akan melakukan apapun yang membahagiakan Anda -karena ia mencintai Anda- ternyata tak selamanya dapat dibuktikan. Oleh karena itu, pikirkan sejenak pertanyaan ini, "Apakah penting bagi Anda untuk memberikan cinta kepada seseorang yang mencintai Anda?" atau pertanyaan "Mana yang lebih penting, menjadi orang yang dicintai, atau mencintai diri sendiri dan orang lain?", atau "Mana yang sebenarnya lebih penting, dicintai atau mencintai?"

Dicintai
Mungkin Anda akan berkeyakinan, lebih baik dicintai, dan bukan mencintai. Keyakinan ini disebabkan, banyak orang merasa tidak dicintai saat masih anak-anak, dan orangtua dianggap tidak bisa menjadi contoh baik untuk anak-anaknya. Rasa haus akan cinta pun dilampiaskan saat beranjak dewasa, ketika Anda percaya bahwa menjadi orang yang dicintai akan membuat Anda merasa lebih baik. Akibatnya, Anda percaya bahwa dengan dicintai Anda akan memiliki perasaan terbaik tentang diri mereka sendiri. Hal ini tidaklah salah, namun pikirkan lagi, mengapa Anda ingin diri Anda terasa berharga bagi orang lain?

"Bisa jadi ini menjadi pertanda bahwa orang ini tidak menghargai diri sendiri, ia percaya bahwa satu-satunya cara untuk merasa berharga adalah ketika ada seseorang yang mengasihi dan mencintai dirinya," ungkap Dr Margaret Paul, PhD, pakar hubungan dan pernikahan, dalam artikelnya yang berjudul Which Works-Getting Love or Being Loving?.

Memang, setiap orang ingin merasa dicintai. Namun ketika Anda hanya menuntut untuk dicintai, yang terjadi hanyalah hubungan sepihak. Pasangan jadi merasa tidak dihargai dan tidak dicintai. "Karena Anda berdua berada dalam posisi yang sama-sama ingin mendapatkan cinta, saat itu Anda mungkin merasa telah memilih pasangan yang salah, dan akhirnya mengakhiri hubungan. Atau, berusaha lebih keras untuk mengendalikan cinta pasangan Anda," ungkap Dr Margaret.
Selama Anda berdua tidak saling menghargai dan mencintai diri sendiri terlebih dahulu, Anda akan terus mendapat kekecewaan karena merasa tidak dicintai oleh siapapun.
MencintaiDengan niat yang tulus untuk mencintai orang lain, Anda belajar untuk bertanggung jawab untuk mencintai diri sendiri dan orang lain, serta bertanggung jawab atas perasaan Anda. Dengan mencintai berarti Anda belajar untuk mencurahkan perhatian, kasih sayang, dan menghargai orang lain. Tujuan Anda menjalin hubungan tidak lagi mencari seseorang yang melulu memberi segala sesuatu untuk Anda, tetapi juga memberikan apa yang Anda miliki untuk dirinya. Anda melihat hubungan sebagai kesempatan untuk tumbuh, bermain, dan berbagi cinta dengan orang lain.

Bila niat Anda menjalin hubungan adalah untuk mencintai, Anda tidak melihat hubungan sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan Anda, karena cinta tidak membutuhkan imbalan dari orang lain. Cinta sejati adalah memberi, mengasihi, memahami, dan bukan meminta. Secara otomatis, ketika Anda mencintai dan memberi cinta kepada diri sendiri dan orang lain, maka Anda akan dicintai oleh banyak orang, tak terbatas pada pasangan Anda saja.



4 Cara Bangun Komunikasi Antarpasangan

Salah satu syarat untuk menjaga keharmonisan dan keutuhan rumah tangga adalah dengan menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan. Mampu berbicara secara terbuka tentang perasaan Anda, termasuk segala kesulitan yang sedang Anda hadapi, akan membuat hubungan Anda semakin kuat. Sayangnya, rasa malu, risih, ataupun takut mengganggu pasangan sering menjadi penghambat komunikasi pasangan. Padahal, komunikasi yang lebih efektif sebetulnya bisa dicapai dengan cara yang sederhana, lho.1. Mendengarkan satu sama lain.
Dengarkan segala keluh kesah atau cerita pasangan. Mendengarkan artinya bukan sekadar mengangguk atau tersenyum ketika mereka berbicara, sementara Anda sibuk chatting di ponsel atau membaca majalah. Tinggalkan dulu segala aktivitas yang sedang Anda lakukan. Lakukan kontak mata saat berbicara dan berikan perhatian penuh pada ceritanya. Dengan demikian, Anda bisa menangkap keseluruhan cerita pasangan dan memberi tanggapan yang bermakna. Sikap ini juga akan membuat pasangan merasa dihargai dan didengarkan. Anda tidak dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada apa yang dikatakan orang lain jika Anda sendiri masih sibuk mengecek e-mail atau memikirkan hal-hal lain.

2. Luangkan waktu untuk berbicara.
Rutinitas setiap hari bisa membuat Anda mudah terjebak dalam stres. Sempatkan sedikit waktu setiap hari untuk duduk dan berbicara, atau sekadar ngobrol dengan pasangan. Cara ini akan lebih efektif dibandingkan jika Anda menumpuk semua permasalahan sendiri dan akhirnya mengatasinya dengan makanan. Sesekali ambillah waktu untuk pergi ke sebuah tempat yang nyaman untuk Anda berdua untuk mendorongnya timbulnya percakapan yang lebih santai dan intim.

3. Ajukan pertanyaan.
Komunikasi yang baik sifatnya tidak sepihak atau hanya satu arah. Cobalah untuk terlibat dan benar-benar menaruh perhatian pada apa yang disampaikan pasangan, misalnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Melakukan hal ini juga akan membantu Anda memahami perasaan pasangan Anda.

4. Jangan sok tahu.
Akan sangat menyebalkan dan membosankan jika kita berbicara dengan orang yang berpikir bahwa mereka mengetahui segala sesuatu, bahkan ketika Anda belum mengungkapkannya. Komunikasi yang baik berarti mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tanpa mengambil alih pembicaraan dengan semua opini Anda dan merasa Anda-lah yang paling benar. Tidak masalah untuk memberi beberapa nasihat, tetapi jangan merasa saran Anda-lah yang paling tepat.



Belajar Mencintai Kekurangan Si Dia

Kondisi stres yang sedang kita alami, baik mengenai tekanan pekerjaan maupun masalah keluarga, cenderung membuat kita menjadi orang yang lebih cepat marah dan mudah emosi. Dalam berhubungan, terkadang perilaku tersebut bisa menyebabkan perasaan tersinggung atau bahkan pertengkaran dengan pasangan kita. Oleh sebab itu, mari redam hawa peperangan dengan mengerti sedikit siapa dan bagaimanakah pasangan kita.

Tidak ada orang yang sempurna. Kita semua pasti memiliki kekurangan, begitu juga dengan pasangan kita. Dengan mencoba belajar untuk bisa melihat mereka dari sudut pandang yang lebih rasional atau lebih dimengerti, mungkin bisa menjadi kado hari Valentine terbaik yang bisa diberikan kepada pasangan kita.

Menurut studi yang dilakukan di University of Washington, Neil Jacobson, PhD, psikolog dan pendiri integrative behavioral couples therapy, menyatakan perilaku saling menerima antar pasangan tidak hanya akan meningkatkan keintiman dan kepuasan dalam berhubungan saja, tapi juga bisa menghindarkan kita dari terjadinya perselingkuhan. Sebab dengan sikap saling menerima, maka kedua belah pihak tidak akan merasakan adanya tekanan satu sama lain.

Sembrono. Jika seorang pria mampu membangun rumah, menerbangkan pesawat, memperbaiki mobil yang rusak, tapi banyak wanita yang merasa heran, mengapa para suami tidak bisa membersihkan cucian piring? Atau sekadar mengganti tisu di toilet yang sudah habis?

Sebenarnya, kita tidak perlu seorang profesor untuk mengetahui alasan mengapa wanita lebih condong bisa melakukan pekerjaan rumah lebih banyak daripada yang bisa dikerjakan kaum pria. Sebenarnya, faktor keengganan suami membantu kita adalah karena mereka memiliki rasa takut lebih besar akan mengganggu pekerjaan kita dibanding kekacauan yang bisa dan akan mereka perbuat.

Daripada marah-marah, sebaiknya pikirkan apa yang bisa kita lakukan? Gunakanlah komunikasi yang efektif, yaitu komunikasi yang tidak hanya sebatas penyampaian pesan saja tapi harus disertakan dengan kontak verbal, seperti kontak mata dan penggunaan intonasi yang tepat, atau kita bisa membubuhkan sedikit humor. Jika suami tampak tidak peduli sama sekali dengan debu-debu yang menempel di perabot rumah, maka pahamilah bahwa memang kaum pria tidak didesain untuk bisa memperhatikan hal-hal yang kecil seperti kaum perempuan.

Tidak banyak bicara. Biasanya, wanita memang lebih terbuka dan cerewet dibanding kaum pria. Penelitian yang dilakukan Ronald F. Levant, EdD, dari University of Akron, menyatakan bahwa sebenarnya baik lelaki maupun perempuan dilahirkan dengan kapasitas berperilaku ekspresif yang sama, namun yang membuatnya berbeda adalah cara menyosialisasikannya saja.

Orangtua akan lebih cenderung mengekspos jangkauan emosi mereka yang lebih luas pada anak perempuan dibanding anak lelaki, dan orangtua juga bekerja keras untuk bisa mengatur perubahan emosi anak-anak mereka. Mungkin saja, pasangan hidup kita merupakan tipe lelaki pendiam dikarenakan sejak kecil memang mereka tidak diajarkan untuk mengekspresikan emosi mereka.



10 Tanda Si Dia Mencintai Anda

Pria tak mahir mengungkapkan perasaannya, termasuk menyatakan rasa cintanya kepada pasangan. Namun Anda bisa mengetahui sebesar apa cintanya terhadap Anda dengan lebih jeli memperhatikan sikap dan perilakunya.Anda tak perlu lagi ragu akan cinta si dia jika mendapati 10 tanda ini dalam dirinya.1. Bersikap terbuka.
Jika si dia bersikap terbuka, tak menutup diri dan senang membicarakan banyak hal bersama Anda, tak perlu ragu akan cintanya. Bukan semata karena ia senang bicara. Sikap seperti ini menunjukkan kepercayaannya kepada Anda. Sekaligus juga menunjukkan keinginannya untuk membangun kelekatan emosi dan intimasi bersama Anda, orang yang dicintainya.

2. Melakukan pekerjaan rumah tangga.
Ia mau melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti membuang sampah, berbelanja kebutuhan rumah tangga atau bahkan menyikat kamar mandi. Pria yang mau melakukan pekerjaan ini menunjukkan ia peduli terhadap Anda, dan bersedia berbagi peran. Baginya, membantu mengerjakan pekerjaan rumah menjadi caranya memudahkan hidup Anda. Ia melakukan ini dengan tulus, hanya untuk membahagiakan Anda.

3. Meminta bantuan Anda.
Kalau Anda mendapati si dia selalu meminta pendapat Anda, melibatkan Anda setiap kali mengambil keputusan bahkan ketika ia ingin membeli kado ulang tahun ibunya, tandanya si dia menghargai Anda. Ia peduli dengan pendapat dan pemikiran Anda, orang yang dicintainya.

4. Membanggakan Anda.
Jangan heran jika pasangan membanggakan Anda di depan teman-temannya. Pria yang suka memamerkan pasangannya benar-benar sedang jatuh cinta. Ia ingin menunjukkan sosok yang dicintainya kepada orang-orang yang ia kenal dan sayangi. Ini adalah caranya untuk menunjukkan betapa ia menghargai dan mencintai Anda.Selain itu, ia juga tak sungkan menunjukkan afeksi di depan umum.

5. Mahir pilih hadiah.
Salah satu tanda si dia mencintai Anda adalah dia mau menjadi pendengar yang baik. Tak hanya itu, ia juga memiliki kepedulian tinggi termasuk dalam mencarikan hadiah terbaik untuk Anda. Pria yang mencintai Anda akan bersedia berjam-jam mencari benda yang paling tepat untuk diberikan kepada Anda sebagai hadiah ulang tahun atau perayaan hari jadi misalnya.

6. Mengenalkan Anda kepada keluarganya.
Pria yang mencintai Anda takkan ragu merancang masa depan bersama. Sebagai langkah awalnya, si dia tak sungkan mengenalkan Anda kepada keluarga bahkan membuat Anda merasa nyaman saat bertemu orang-orang terdekatnya.

7. Mengajak Anda membaur di dunianya.
Si dia tak sekadar mengenalkan Anda kepada teman-temannya. Tapi ia juga akan berusaha membuat Anda selalu merasa nyaman berbaur dengan berbagai aktivitasnya, di dunianya. Ia takkan membuat Anda merasa canggung saat berkumpul bersama teman, kerabat atau koleganya. Pria yang mencintai Anda akan memperlakukan Anda dengan baik, memastikan Anda nyaman dengan kehidupan pribadinya.

8. Menjadi bagian dari hidup Anda.
Seperti ia ingin Anda menyatu dengan kehidupannya, pria yang mencintai Anda juga berusaha nyaman memasuki dunia Anda. Ia takkan mengeluh ketika harus menemani Anda berakhir pekan bersama teman-teman perempuan Anda, sambil bergosip. Ia akan mencari cara untuk berbaur dengan teman-teman dan lingkungan Anda. Ia ingin menjadi bagian dari hidup Anda.

9. Berkompromi.
Pria yang mencintai Anda takkan egois. Ia senang berkompromi. Sederhana saja alasannya, karena dia mencintai Anda maka dia selalu ingin membahagiakan Anda. Namun bukan berarti dia tak peduli dan membiarkan Anda melakukan apa pun sesuka hati. Ia tak keberatan ketika Anda butuh waktu untuk menikmati me time misalnya. Ia menunjukkan cintanya dengan membebaskan, tentunya dengan kompromi. Anda boleh saja liburan bareng teman berhari-hari, asalkan tak melupakannya dengan sekadar memberi kabar.

10. Berkata jujur.
Berbagai sikap dan perilaku tersebut sudah cukup membuktikan betapa ia mencintai Anda. Meski begitu, bukan berarti ia tak mampu mengutarakan cintanya langsung kepada Anda.

Pria yang mencintai Anda, akan dengan jujur mengungkapkan perasaannya meski tidak selalu dengan cara romantis. Ketika dia mengatakan betapa ia tergila-gila dengan Anda, dengan apa pun caranya, dengarkan kata-kata tersebut. Karena ia mengatakannya dengan tulus, meski ia menyampaikannya dengan cara yang tidak membuat Anda merasa berbunga-bunga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar